Kota Banjar, 20 Oktober 2025 – Sebagai bagian dari komitmen dalam menjawab tantangan zaman, Forsalim Muda Indonesia meluncurkan sebuah terobosan baru dalam pembinaan beasiswa Kakak Asuh Forsalim (KAF) Angkatan ke-13, yaitu Youth Development Program (YDP). Program ini lahir dari kesadaran bahwa dunia pendidikan dan dunia kerja saat ini menuntut generasi muda untuk memiliki bukan hanya kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan hidup dan mentalitas yang tangguh. Melalui YDP, Forsalim ingin menghadirkan ruang belajar yang lebih relevan dengan kebutuhan zaman, namun tetap berakar kuat pada nilai-nilai Islam yang menjadi ruh setiap kegiatan Forsalim.

Beaswan KAF 13 menyimak pemaparan materi pada YDP Seri 1. (YFMI/Neng Sinta Nadya)
YDP dirancang sebagai wadah pengembangan diri yang komprehensif. Para peserta akan mengikuti serangkaian kegiatan yang berfokus pada pengembangan soft skill, kemampuan komunikasi, manajemen diri, serta literasi digital. Seluruh materi dan kegiatan disusun agar para beaswan Gen Z tetap update dengan realita dunia hari ini — mulai dari cara berpikir kritis, kemampuan adaptasi di era digital, hingga memahami arah karier masa depan. Namun, di sisi lain, program ini juga memastikan bahwa setiap langkah mereka selalu berpijak pada nilai-nilai Islam, sehingga keseimbangan antara skill dan akhlak tetap terjaga. Forsalim meyakini bahwa generasi muda tidak cukup hanya dibekali teori atau semangat semata. Mereka perlu mendapat inspirasi langsung dari sosok-sosok yang telah melangkah lebih dulu. Karena itu, Youth Development Program dibuat dengan konsep yang eksklusif: menghadirkan narasumber inspiratif dan membuka ruang dialog yang hangat dan mendalam antara peserta dengan para pembicara. Melalui interaksi ini, para beaswan tidak hanya belajar dari pengalaman, tetapi juga menemukan arah baru dalam memaknai perjalanan hidup mereka.
Sejak diluncurkan, YDP telah diselenggarakan sebanyak dua kali. Youth Development Program Seri 1 dilaksanakan pada 31 Agustus 2025, dengan menghadirkan Rivaldi Febriyana sebagai pembicara. Mengusung tema “Inspirational Talk: Antara Tugas, Tantangan, dan Kontribusi,” sesi perdana ini menjadi momentum penting bagi para beaswan untuk merefleksikan posisi mereka sebagai pelajar sekaligus calon pemimpin. Rivaldi mengajak peserta untuk berani mengambil peran nyata di tengah masyarakat, meskipun dalam hal-hal kecil, karena kontribusi yang berarti selalu berawal dari langkah sederhana namun konsisten.

Rivaldi Febriyana memberikan motivasi dan arahan untuk para Beaswan KAF 13 pada YDP Seri 1. (YFMI/Neng Sinta Nadya)
Sementara itu, YDP Seri 2 sukses dilaksanakan pada 19 Oktober 2025 dengan menghadirkan dua sosok inspiratif yang tak kalah berkesan. Windy Amalia, S.I.Kom. membuka sesi pertama dengan tema “Sharing Session: After High School Life.” Ia berbagi pengalaman tentang dinamika kehidupan setelah lulus SMA, tantangan beradaptasi di dunia perkuliahan, serta pentingnya menyiapkan diri sejak dini agar tidak kehilangan arah ketika memasuki fase baru dalam hidup. Dalam sesi berikutnya, Tyas Prayesti, S.Pd., M.Pd. menghadirkan materi “Beyond The Limits: From Small Steps to Global Impact.” Tyas mendorong para beaswan untuk berani bermimpi besar dan tidak takut memulai dari langkah kecil, karena perubahan besar selalu diawali dari keberanian untuk melangkah terlebih dahulu.

Narasumber YDP Seri 2 berfoto bersama Beaswan KAF 13. (KAF13/M. Sulton)
Kehadiran YDP menjadi langkah strategis dalam perjalanan panjang Program Beasiswa Kakak Asuh Forsalim. Setelah dua belas tahun berfokus pada tiga pilar utama — mentoring, studi banding, dan uang pembinaan — Forsalim kini memperluas cakrawala dengan program yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman. Melalui YDP, Forsalim ingin membuka jendela baru bagi para siswa-siswi di Kota Banjar agar mampu mengenal dunia profesi lebih dekat dan memiliki kesiapan mental ketika nanti terjun ke dunia kuliah atau dunia kerja. Dengan begitu, para beaswan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menjadi pribadi yang mandiri dan berdampak. Lebih dari sekadar kegiatan pengembangan diri, Youth Development Program adalah bentuk nyata dari semangat Forsalim untuk menghadirkan solusi bagi kebutuhan generasi muda muslim saat ini. Di tengah cepatnya perubahan zaman, tantangan moral, dan derasnya arus informasi, YDP hadir untuk meneguhkan arah agar para beaswan tetap kokoh dalam prinsip Islam sekaligus cakap menghadapi tantangan masa depan. Melalui YDP, Forsalim berharap dapat melahirkan generasi beaswan yang shalih dan shalihah, berilmu, berdaya guna, dan mampu memberi manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat sekitarnya.

Beaswan KAF 13 sangat antusias mendengarkan pemaparan materi pada YDP Seri 2. (YFMI/Neng Sinta Nadya)
Program ini juga menjadi wujud nyata dari dukungan para donatur yang senantiasa mempercayakan amanahnya kepada Forsalim. Dukungan moral dan materi dari para dermawan inilah yang memungkinkan program seperti YDP dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak langsung kepada penerima manfaat. Forsalim berharap, kolaborasi ini akan terus terjalin agar semakin banyak generasi muda yang tumbuh menjadi insan yang beriman, cerdas, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Dengan hadirnya Youth Development Program, Forsalim menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dalam pembinaan generasi muda. Dari kegiatan ini, semoga lahir para pemuda yang tak hanya siap menghadapi dunia, tetapi juga siap menebar manfaat dan inspirasi di mana pun mereka berada.

