Kota Banjar, 14 Maret 2026 – Menjelang penghujung bulan suci Ramadan 1447 H, Yayasan Forsalim Muda Indonesia bersinergi dengan DKM Al-Ukhuwah sukses menyelenggarakan kegiatan spiritual bertajuk “Iktikaf 1 Malam Penuh Makna”. Kegiatan yang mengusung tema “Escape dari Duniawi, Connect ke Ilahi” ini dilaksanakan pada Sabtu, 14 Maret 2026, bertepatan dengan malam ke-27 Ramadan di Masjid Al-Ukhuwah, Dobo Regency. Acara ini diikuti secara antusias oleh para penerima beasiswa KAF 13, anggota IRMA SMAN 1 Banjar, serta masyarakat umum yang ingin memaksimalkan ibadah di sepuluh malam terakhir.

Peserta Ikhwan sedang membaca Al-Quran. (YFMI/Bayu Faisal Nugraha)
Penyelenggaraan iktikaf ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebuah langkah konkret dalam memberikan pembelajaran mendalam bagi para peserta yang mayoritas merupakan pelajar SMA. Hal ini sejalan dengan visi dan misi Forsalim serta Program KAF yang berkomitmen memberdayakan masjid melalui peran aktif anak muda. Fokus utama kegiatan adalah memberikan ruang bagi generasi milenial dan gen-Z untuk memaksimalkan ibadah di fase akhir Ramadan, sekaligus menumbuhkan kecintaan mereka terhadap atmosfer masjid sebagai pusat peradaban.
Rangkaian acara dikemas dalam bentuk Mabit (Malam Bina Iman dan Taqwa) yang sarat dengan muatan ruhiyah. Sesi utama diisi dengan tausyiah mendalam oleh Ust. Arif Cahyana, Lc. Dalam penyampaiannya, beliau membedah makna tema kegiatan, menekankan pentingnya sejenak melepaskan diri dari hiruk-pikuk urusan duniawi demi membangun koneksi yang kuat dengan Sang Pencipta. Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan tilawah Al-Qur’an berjamaah dan puncaknya adalah pelaksanaan Qiyamul Lail di sepertiga malam yang berlangsung dengan khidmat.

Peserta Akhwat menyimak tausyiah yang disampaikan oleh Ust. Arif Cahyana, Lc. (YFMI/Siti Sahara)
Ust. Arif Cahyana, Lc. dalam pesannya mengingatkan pentingnya konsistensi ibadah di akhir bulan suci. “Kita harus memaksimalkan sepuluh hari terakhir Ramadan untuk beribadah karena di sinilah letak puncak keberkahan,” ujarnya. Respon positif juga datang dari salah satu peserta yang merasa mendapatkan lingkungan yang mendukung. “Saya sangat bersyukur bisa berkumpul dengan orang-orang baik di tempat yang mulia ini. Pengalaman ini benar-benar menenangkan hati,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, penyelenggara berharap para peserta tidak hanya memahami makna teoretis dari iktikaf dan mabit, tetapi juga tergerak untuk melaksanakannya secara mandiri pada Ramadan-Ramadan berikutnya. Sebagai tindak lanjut dari pembinaan karakter ini, Forsalim berencana akan menyelenggarakan kegiatan Mukhayyam (Perkemahan Islami) dalam waktu dekat.

Penutupan kegiatan Iktikaf. (YFMI/Siti Sahara)
Sebagai penutup, Yayasan Forsalim Muda Indonesia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh donatur, Kakak Asuh, dan pihak DKM yang telah membantu kelancaran acara ini. Semoga langkah kecil ini menjadi wasilah bagi lahirnya generasi yang teguh beriman di tengah derasnya arus zaman. Kami mengajak seluruh pihak untuk terus berkontribusi dalam dakwah dan pendidikan demi masa depan umat. Sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Ma’idah ayat 2: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa.” Semoga Allah menerima setiap rukuk, sujud, dan sedekah kita semua.
Dokumentasi kegiatan: https://drive.google.com/drive/folders/1PJtI1VOk5X9DoLjp4CvQ_uqUWYVUZoZT?usp=drive_link

